Buruh Migran Ditembak Mati Polisi Mesir



ISMAILIA, KOMPAS.com - Polisi Mesir menembak hingga tewas seorang buruh migran Afrika saat dia berusaha menyeberangi perbatasan ke Israel Sabtu malam, demikian laporan sumber keamanan, Minggu (28/2/2010).
Pria tersebut ditembak perut dan kakinya, Sabtu malam, oleh para penjaga yang ditempatkan di perbatasan.
"Dia menolak perintah agar berhenti dan terus berusaha menerobos pagar kawat berduri, sebagai tanda garis batas," kata sumber tersebut.
Orang yang tewas itu tidak membawa identitas, namun tampaknya orang Afrika. epolisian Mesir telah membunuh sembilan pekerja migran dalam tahun ini, dan sedikitnya 19 orang tewas pada tahun lalu.
Perbatasan Sinai adalah jalur transit besar bagi kaum migran Afrika dan para pengungsi, yang berupaya mencari kerja atau minta suaka di Israel.
Mesir berada di bawah tekanan Israel untuk membendung arus penyeberang itu, sedangkan kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan keberatan mengenai cara kerja polisi perbatasan.
Amnesti Internasional menyerukan Mesir pada awal bulan ini, agar memeriksa prajurit-prajurit penjaga perbatasan yang melakukan tindakan berlebihan terhadap para migran yang tak bersenjata.
Pasukan keamanan mengatakan, mereka hanya menembak para migran setelah memberikan perintah berulang kali untuk berhenti dan mematuhi perintah.
"Para penyelundup yang membawa migran ke perbatasan terkadang menembak pasukan keamanan," kata sumber itu.

Artikel Ini Dikutip Dari : www.news.yahoo.com